Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Senin, 09 April 2018
Pidato Menggebu Presiden Jokowi Bentuk Klarifikasi atas Serangan ke Pemerintah
Date - April 09, 2018
News
Presiden Joko Widodo membalas isu miring yang dilontarkan sejumlah pihak kepadanya saat berpidato di hadapan relawannya dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4). Sejumlah menteri kabinet kerja pun mendukung sikap Jokowi ini.
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan bahwa cara Jokowi membalas isu negatif tersebut adalah satu sikap yang wajar.
"Kenapa? Silakan saja enggak ada masalah. Saya punya keyakinan setelah ini malah rakyat ini bukan hanya sekadar bagi-bagi kaus, tapi rakyat membuat pernyataan mendukung Jokowi, bukan kaus yang dibagi," kata Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/4).
"Infastruktur berhasil, ada yang belum berhasil karena itu Jokowi perlu dua kali supaya semua berhasil. Di sinilah Jokowi perlu dua kali. Tapi karena masih ada yang belum (selesai), Pak Jokowi perlu lagi digenjot (kerjanya)," timpal Idrus sambil tertawa.
Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berpendapat bahwa pidato yang disampaikan Jokowi hanya untuk mengklarifikasi dan menjelaskan atas capaian yang telah dilakukan pemerintah selama 3,5 tahun.
"Lah, beliaukan hanya mengklarifikasi dan menjelaskan apa capaian-capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah. Kalau mau jujur kan kita ya infrastruktur, program-program yang lain semua dijelaskan," kata Yasonna.
"Tuduhan-tuduhan kepada beliau yang tidak berdasar itu tinggal diklarifikasi. Beliau kan berhak untuk menjelaskan nyinyirnya orang-orang," lanjut dia.
Menpora Imam Nahrawi juga menyampaikan pendapatnya. Politisi PKB itu juga menganggap apa yang diucapkan Jokowi lewat pidatonya beberapa waktu lalu merupakan hal yang wajar.
"Wajar-wajar saja, ya. Bagus banget itu dan kita sebagai menterinya tentu harus melaksanakan apa yang diarahkan beliau, yaitu menumbuhkan rasa optimisme terutama kalangan muda," ucap Imam.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga menanggapi positif pidato Jokowi. Apalagi selama ia menjabat sebagai menteri, baru pertama kali pihaknya membangun infrastruktur desa dengan menggunakan dana desa.
"Lalu kemiskinan desa turun 4,5 persen tiga tahun ini. Turun dari 27 juta jadi 17 juta," ujar Eko.
Eko menilai pidato Jokowi sebagai momentum agar masyarakat dapat menilai pemerintah tidak hanya dari sisi negatifnya saja, juga dari sisi positifnya.
"Supaya meningkatkan masyarakat melihat dua sisi. Bukan hanya sisi negatifnya aja, karena negara ini dibangun dengan optimisme kan," ujarnya.
Belakangan, pidato Jokowi memang cukup berbeda dari biasanya. Jokowi tampak menggebu-gebu menyampaikan pidatonya menyinggung sejumlah isu negatif yang dilemparkan ke pemerintahannya saat ini.
Nada-nada tinggi dilontarkan Jokowi saat menyinggung kritikan yang dinilai tak berdasar. Mulai dari pembagian sertifikat tanah yang dinilai sebagai pengibulan, utang negara, Indonesia bubar 2030, isu PKI hingga kaus bertuliskan #2019GantiPresiden. [kumparan.com]
Share this
Related Articles :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Paling Dilihat
-
Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018 diharapkan mampu memicu perekonomian di ka...
-
Masyarakat Kota Jayapura mendapatkan kejutan dari Presiden Joko Widodo yang secara tiba-tiba mengunjungi Mal Jayapura, pada Rabu malam, 11 A...
-
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyempatkan berbelanja di Pasar Mama Mama, Kota Jayapura, dalam kunjungan kerjanya k...

0 komentar
Posting Komentar