Senin, 09 April 2018
Kenaikan Harga Pertalite Hingga Pertamax Harus Dapat Restu Presiden Jokowi
Date - April 09, 2018
News
Kenaikan harga jenis BBM umum (JBU) yakni Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo kerap memacu inflasi karena menggerus daya beli masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menginstruksikan agar nantinya kenaikan harga benar-benar mempertimbangkan inflasi.
Dalam waktu dekat bakal terbit peraturan pemerintah (Permen) yang nantinya kenaikan harga JBU harus berdasarkan persetujuan pemerintah. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).
"Menyangkut bahan bakar JBU umum ya, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo dan lain-lainya, maka arahan bapak presiden, mengenai kenaikan harganya harus mempertimbangkan inflasi ke depannya," katanya.
Sebelumnya Permen ini diundangkan, pemerintah bakal mensosialisasikan lebih dulu kepada badan usaha, diantaranya PT Pertamina (Persero), PT Vivo Energy Indonesia, PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia.
"Ini berlaku Permennya, akan disosialisasikan setelah ditandatangan. Kalau bisa sebelum diundangkan akan kami sosialisasikan dulu sehingga tidak ada jeda waktu dimana Permen diterbitkan sementara harga belum disetujui," lanjutnya.
Arcandra menambahkan, aturan ini hanya mengatur jenis BBM umum, tidak termasuk avtur dan BBM untuk industri.
"Untuk hari ini JBU, non avtur, non industri, harga harus disetujui oleh pemerintah. Itu saja dulu," tambahnya. [detik.com]
Share this
Related Articles :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Paling Dilihat
-
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua. Dalam kunjungannya kali ini, Jokowi mengendarai sepeda motor listrik. P...
-
Presiden Joko Widodo menilai pembangunan yang tengah dilakukan di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, pasca kejadian luar biasa (KLB) campak da...
-
Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018 diharapkan mampu memicu perekonomian di ka...

0 komentar
Posting Komentar