Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Senin, 09 April 2018
Bantuan Sembako Presiden Jokowi, Golkar: Senangkan Rakyat Nggak Boleh?
Date - April 09, 2018
News
Partai Golkar menilai kupon pembagian sembako Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu dipersoalkan. Pembagian sembako di daerah Sukabumi, Jawa Barat, itu merupakan program bantuan presiden yang biasa dilakukan.
"Presiden membuat senang rakyat kecil masak tidak boleh," kata Wasekjen Golkar Sarmuji kepada wartawan, Selasa (10/4/2018).
Sarmuji menyebut tak tepat apabila pembagian sembako itu dikaitkan dengan kampanye pencapresan Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, pendaftaran Pilpres 2019 baru resmi dilaksanakan pada Agustus mendatang.
"Mengaitkannya dengan pilpres juga tidak relevan," ujar anggota DPR yang duduk di Komisi XI itu.
"Apalagi pembagian sembako dilakukan hanya sebagai buah tangan kunjungan, bukan dilakukan secara masif sebagaimana layaknya program kampanye yang terstruktur," imbuh Sarmuji.
Ia pun menyebut KPU tak perlu turun tangan soal kejadian ini. Menurut Sarmuji, KPU bisa ikut campur terkait bagi-bagi sembako ini apabila Jokowi melakukannya setelah resmi terdaftar sebagai capres di Pilpres 2019.
"KPU perlu bersuara jika menyangkut proses pemilu atau pilpres. Lah, sekarang tahapan pilpres, khususnya pencalonan, belum ada. Calonnya siapa juga belum jelas," tuturnya.
Beredar kupon pembagian sembako Presiden Jokowi yang bercap polisi saat kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko telah menegaskan bantuan yang diberikan Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya bukan bersifat kampanye. Bantuan presiden sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya.
Hal ini menjawab tudingan soal bantuan sembako dari Jokowi sebagai kampanye yang tengah jadi viral. Foto dan video yang viral itu berupa kupon sembako bercap Polres Sukabumi-Polsek Palabuhanratu, tas bertulisan 'Bantuan Presiden', hingga video polisi dan anggota TNI yang membagikan tas tersebut.
"Sebelum pemerintahan ini juga sudah seperti itu, dulu warnanya gini, sekarang warnanya gini," jelas Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/4). [detik.com]
Share this
Related Articles :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Paling Dilihat
-
Pembangunan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2018 diharapkan mampu memicu perekonomian di ka...
-
Masyarakat Kota Jayapura mendapatkan kejutan dari Presiden Joko Widodo yang secara tiba-tiba mengunjungi Mal Jayapura, pada Rabu malam, 11 A...
-
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyempatkan berbelanja di Pasar Mama Mama, Kota Jayapura, dalam kunjungan kerjanya k...

0 komentar
Posting Komentar